Chrome - Background

Sabtu, 22 Desember 2018

Biografi Jean Piaget

     Jean Piaget (1896-1980): la dilahirkan di Neuchatel, Swiss. la mendapat Ph.D pada tahun 1918 di Universitas Neuchatel, tidak dalam bidang psikologi, melainkan dalam ilmu hewan. la kemudian bekerja di Universitas Sorbonne di Paris dan setelah itu di Institut J.J. Rousseau di Jenewa Pada tahun 1925 secara lebih konkret mulai nampak minatnya bergeser ke arah filsafat, dengan diangkatnya ia menjadi pengajar filsafat di Neuchatel dan pada tahun 1929 ia diangkat menjadi profesor dalam "scientific Thought" di Jenewa. Barulah pada tahun 1940 ia secara nyata terjun dalam dunia psikologi dengan menjadi direktur laboratorium psikologi di Universitas Jenewa dan menjadi editor dari Archieves de Psychologie dan Revue Swiss de Psychologie. la pun pernah terpilih menjadi Ketua Swiss Society for Psychologie

     Tokoh yang masih tetap produktuif sampai akhir hayatnya ini, adalah seorang tokoh yang sangat penting dalam psikologi perkembangan. Teori-teorinya dalam psikologi perkembangan yang mengutamakan unsur kesadaran (kognitif) akhir-akhir ini kembali ramai dianut orang, sehingga untuk menghargai jasa-jasanya, dalam Kongres Internasional Psikologi yang diadakan di Paris pada tahun 1976, telah diadakan upacara khusus untuk merayakan ulang tahun Piaget di mana ia sendiri memberikan sambutannya dan menekankan kembali teori-teorinya yang terkenal itu.

      Piaget dapat menjadi demikian terkenal dan penting peranannya dalam dunia psikologi karena teori-teori, metode-metode dan bidang-bidang penelitian yang dikembangkannya sangat original. tidak sekedar melanjutkan hal-hal yang sudah terlebih dahulu ditemukan orang lain. la tertarik khususnya pada penyelidikan -penyelidikan teoritis maupun eksperimental terhadap perubahan- perubahan kualitatif pada struktur kognitif selama proses perkembangan, dan mencoba menerangkannya dalam bahasa matematik logis. Hal-hal yang pernah dipelajari Piaget antara lain adalah perkembangan inteligensi, persepsi, bahasa, moral, kausalitas, ruang, waktu, gerak, logika, epistemologi genetika dan lain-lain.

     Dalam teori tentang inteligensi Piaget membedakan antara teori umum tentang inteligensi yang berlaku pada setiap tingkat perkembangan dan teori yang khusus berhubungan dengan tingkat perkembangan tertentu. Dalam teorinya yang unum (non phasic) Piaget menerangkan asal mula inteligensi dari tingkah laku- tingkah laku yang rendah tingkatannya. la percaya bahwa semua tingkah laku baik yang eksternal maupun internal (misalnya: berpikir)  bertujuan adaptasi. Adaptasi dianggapnya sebagai keseimbangan bergerak terus antara asimilasi lingkungan terhadap individu dan akomodasi dari individu dalam lingkungannya. Kalau adaptasi dalam kehidupan biologis bersifat fisik, adaptasi dalam kehidupan psikis sifatnya lebih fungsional. Perkembangan kognitif oleh piaget dianggap sebagai keseimbangan yang meningkat dari taraf asimilasi ke taraf akomodasi.

     Dalam teori tentang tingkat-tingkat perkembangan inteligensi, Piaget membedakan empat tingkat perkembangan dari struktur kognitif:

1. Inteligensi sensorimotor, terdapat pada anak berumur 0 sampai dengan 1 setengah atau 2 tahun. Kemampuan anak itu masih terbatas pada penginderaan rangsang-rangsang dan memberikan reaksi-  reaksi motoris yang mekanistis otomatis.
 

2. Representasi pra-operasional, terjadi antara usia 2-7 tahun. Dalam fase ini terjadi pembentukan simbol-simbol untuk kelak memungkinkan anak itu berpikir. Sifat anak pada usia ini masih terpusat pada diri sendiri (ego centris).
 
3. Operasi konkret, terjadi pada usia 7-11 tahun. Dalam tahap ini anak tidak lagi "ego centris", melainkan banyak berorientasi ke luar, kepada objek-objek yang konkret. la aktif dan banyak bergerak, tetapi perbuatan-perbuatannya selalu tidak dapat dilepaskan hal-hal yang konkret.  
4. Operasi formal, terjadi antara 11-15 tahun. Individu di sini tidak lagi terikat pada objek-objek yang nyata atau konkret, ia mampu menyusun kesimpulan-kesimpulan dan hipotesa- hipotesa atas dasar simbol-simbol semata-mata

Karya Piaget antara lain adalah The Psychology of Intelligence (1950).


Kamis, 13 Desember 2018


Perilaku Agresif


Perilaku agresif yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan gejala yang memprihatinkan, telah terjadi loncatan yang begitu tajam baik secara kualitas maupun kuantitas. Agresivitas yang dilakukan tidak sekedar insidental atau musiman, melainkan sudah menjadi kebiasaan, bahkan terencana. Bentuk perilakunya amatlah beragam, mulai dari perkelahian, pengrusakan, perampokan, pembunuhan, pemerkosaan dan tindak kriminal lainnya. Untuk menjelaskan factor dasar yang menjdi penyebab munculnya perilaku agresif dapat ditinjau dari beberapa pendekatan, yakni: pendekatan biologis, pendekatan eksternal dan belajar. Perilaku agresif juga berkaitan dengan kecemasan. Adapun faktor yang memunculkan kecemasan adalah biologis, psikoanalisis, kepribadian, perilaku, belajar, kognitif dan humanistik (Muarifah, 2005).
Agresif adalah suatu keinginan untuk melakukan perilaku yang bersifat negative, dan melakukan kekerasan untuk menyakiti orang lain yang dilakukan secara fisik maupun verbal. Agresif verbal adalah tindakan menyerang dengan menggunakan kata- kata seperti mengejek dan membentak, agresif fisik adalah tindakan agresif yang dilakukan dengan cara melakukan perlawanan fisik seperti menendang, mencubit, memukul, dan lain-lain. Perilaku agresif dapat dikatakan sebagai suatu bentuk gangguan apabila dilakukan diluar kata “Biasa” misalnya memukul merupakan suatu perilaku yang biasa, tetapi bila setiap kali ungkapan tidak setuju dinyatakan dengan memukul maka perilaku ini bisa dikatakan sebagai perilaku yang agresif. Perilaku agresif juga dapat dikatakan juga sebagai suatu bentuk gangguan apabila masalah nya sudah bersifat menetap dan sulit untuk dihilangkan, dan perilaku yang tidak dapat diterima karena tidak sesuai dengan norma sosial dan budaya yang ada pada lingkungan masyarakat. Perilaku agresif juga bisa diakibatkan oleh pola asuh orang tua
            Pemaksaan dan kontrol yang sangat ketat dapat menyebabkan kegagalan dalam berinisiatif pada anak dan memiliki keterampilan komunikasi yang sangat rendah. Anak akan menjadi seorang yang sulit untuk bersosialisasi dengan temantemannya sehingga anak akan mempunyai rasa sepi dan ingin diperhatikan oleh orang lain dengan cara berperilaku agresif. Orang tua yang sering memberikan hukuman fisik pada anaknya dikarenakan kegagalan memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh orang tua akan membuat anak marah dan kesal kepada orang tuanya tetapi anak tidak berani mengungkapkan kemarahannya itu dan melampiaskan kepada orang lain dalam bentuk perialku agresif. Dengan pola asuh orang tua yang tidak terlalu mengekang, anak akan menjadi anak yang berinisiatif, percaya diri dan mampu menjalin hubungan interpersonal yang positif (Fortuna & Taganing, 2008).
faktor lain yang memengaruhi perilaku agresif (Salmiati, 2015) adalah
  • Pengalaman masa kecil,

·         
  • Perlakuan buruk orangtua (Broken home)
       
  • Dukungan dari orangtua dan teman sebaya,
  • Peran model kekerasan yang dilihat dari orangtua, teman sebaya, dan kebiasaan   nonton TV dan main game yang beradegan kekerasan,
  • Amarah yang tak terkontrol,
  • Frustasi karena selalu gagal dalam mencapai tujuan




Cara mengatasi perilaku agresif pada anak:
  • ·         Menasehati anak dengan tegas tetapi tanpa ada bentakan secara berlebihan
  • ·         Memotivasi anak untuk berbuat baik dan memberikan pujian saat melakukan kebaikan
  • ·         Memantau anak saat menonton TV dan berada dilingkungan permainannya
  • ·         Jika gejala-gejala gangguan sudah mulai tampak, maka segera berkonsultasi ke dokter


DAFTAR PUSTAKA

Fortuna, F., & Taganing, N. M. (2008). Hubungan Pola Asuh Otoriter dengan Perilaku Agresif Pada Remaja. Journal of Chemical Information and Modeling. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Muarifah, A. (2005). Hubungan kecemasan dan agresivitas. Humanitas : Indonesian Psychological Journal. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Salmiati. (2015). Perilaku Agresif Dan Penanganannya (Studi Kasus Pada Siswa Smp Negeri 8 Makassar). Jurnal Psikologi Pendidikan & Konseling.


Biografi Jean Piaget

     Jean Piaget (1896-1980): la dilahirkan di Neuchatel, Swiss. la mendapat Ph.D pada tahun 1918 di Universitas Neuchatel, tidak d...