Jean Piaget (1896-1980): la
dilahirkan di Neuchatel, Swiss. la mendapat Ph.D pada tahun 1918 di Universitas
Neuchatel, tidak dalam bidang psikologi, melainkan dalam ilmu hewan. la
kemudian bekerja di Universitas Sorbonne di Paris dan setelah itu di Institut
J.J. Rousseau di Jenewa Pada tahun 1925 secara lebih konkret mulai nampak
minatnya bergeser ke arah filsafat, dengan diangkatnya ia menjadi pengajar
filsafat di Neuchatel dan pada tahun 1929 ia diangkat menjadi profesor dalam
"scientific Thought" di Jenewa. Barulah pada tahun 1940 ia secara
nyata terjun dalam dunia psikologi dengan menjadi direktur laboratorium
psikologi di Universitas Jenewa dan menjadi editor dari Archieves de
Psychologie dan Revue Swiss de Psychologie. la pun pernah terpilih menjadi Ketua
Swiss Society for Psychologie
Tokoh yang masih tetap produktuif sampai akhir hayatnya ini, adalah seorang
tokoh yang sangat penting dalam psikologi perkembangan. Teori-teorinya dalam
psikologi perkembangan yang mengutamakan unsur kesadaran (kognitif) akhir-akhir
ini kembali ramai dianut orang, sehingga untuk menghargai jasa-jasanya, dalam
Kongres Internasional Psikologi yang diadakan di Paris pada tahun 1976, telah
diadakan upacara khusus untuk merayakan ulang tahun Piaget di mana ia sendiri
memberikan sambutannya dan menekankan kembali teori-teorinya yang terkenal itu.
Piaget dapat menjadi demikian terkenal dan penting peranannya dalam dunia
psikologi karena teori-teori, metode-metode dan bidang-bidang penelitian yang
dikembangkannya sangat original. tidak sekedar melanjutkan hal-hal yang sudah
terlebih dahulu ditemukan orang lain. la tertarik khususnya pada penyelidikan
-penyelidikan teoritis maupun eksperimental terhadap perubahan- perubahan
kualitatif pada struktur kognitif selama proses perkembangan, dan mencoba
menerangkannya dalam bahasa matematik logis. Hal-hal yang pernah dipelajari
Piaget antara lain adalah perkembangan inteligensi, persepsi, bahasa, moral,
kausalitas, ruang, waktu, gerak, logika, epistemologi genetika dan lain-lain.
Dalam teori tentang inteligensi Piaget membedakan antara teori umum
tentang inteligensi yang berlaku pada setiap tingkat perkembangan dan teori
yang khusus berhubungan dengan tingkat perkembangan tertentu. Dalam teorinya
yang unum (non phasic) Piaget menerangkan asal mula inteligensi dari tingkah
laku- tingkah laku yang rendah tingkatannya. la percaya bahwa semua tingkah
laku baik yang eksternal maupun internal (misalnya: berpikir) bertujuan
adaptasi. Adaptasi dianggapnya sebagai keseimbangan bergerak terus antara
asimilasi lingkungan terhadap individu dan akomodasi dari individu dalam
lingkungannya. Kalau adaptasi dalam kehidupan biologis bersifat fisik, adaptasi
dalam kehidupan psikis sifatnya lebih fungsional. Perkembangan kognitif oleh
piaget dianggap sebagai keseimbangan yang meningkat dari taraf asimilasi ke
taraf akomodasi.
Dalam teori tentang tingkat-tingkat perkembangan inteligensi, Piaget membedakan
empat tingkat perkembangan dari struktur kognitif:
1. Inteligensi sensorimotor, terdapat pada anak berumur 0 sampai dengan 1
setengah atau 2 tahun. Kemampuan anak itu masih terbatas pada penginderaan
rangsang-rangsang dan memberikan reaksi- reaksi motoris yang mekanistis
otomatis.
Sangat membantu, terima kasih ๐
BalasHapusSangat membantu, terima kasih ๐๐
BalasHapuswahh.. Terima kasih infonya
BalasHapusJadi lebih tau deh. Tengkyu, Ris!
BalasHapusAku jadi lebih tau tentang Jean Piaget... Terima kasih Larissaaaa
BalasHapusTrimakasih larisaaa buat informasi yg dapat km beru,menambah ilmu
BalasHapuswahh salut dah
BalasHapusThanks infonyaa
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapuswahhhh, postingan kamun sangat membantu sekali mba
BalasHapussangat informatif!
BalasHapuswowww akhirnya aku mengenal dia
BalasHapusGood job and thanks buat infonya
BalasHapusthankyou for sharing��
BalasHapusTerimakasih sudah berbagi info tentang Piaget
BalasHapusTerimakasih sudah berbagi ilmu
BalasHapus