Chrome - Background

Kamis, 13 Desember 2018


Perilaku Agresif


Perilaku agresif yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan gejala yang memprihatinkan, telah terjadi loncatan yang begitu tajam baik secara kualitas maupun kuantitas. Agresivitas yang dilakukan tidak sekedar insidental atau musiman, melainkan sudah menjadi kebiasaan, bahkan terencana. Bentuk perilakunya amatlah beragam, mulai dari perkelahian, pengrusakan, perampokan, pembunuhan, pemerkosaan dan tindak kriminal lainnya. Untuk menjelaskan factor dasar yang menjdi penyebab munculnya perilaku agresif dapat ditinjau dari beberapa pendekatan, yakni: pendekatan biologis, pendekatan eksternal dan belajar. Perilaku agresif juga berkaitan dengan kecemasan. Adapun faktor yang memunculkan kecemasan adalah biologis, psikoanalisis, kepribadian, perilaku, belajar, kognitif dan humanistik (Muarifah, 2005).
Agresif adalah suatu keinginan untuk melakukan perilaku yang bersifat negative, dan melakukan kekerasan untuk menyakiti orang lain yang dilakukan secara fisik maupun verbal. Agresif verbal adalah tindakan menyerang dengan menggunakan kata- kata seperti mengejek dan membentak, agresif fisik adalah tindakan agresif yang dilakukan dengan cara melakukan perlawanan fisik seperti menendang, mencubit, memukul, dan lain-lain. Perilaku agresif dapat dikatakan sebagai suatu bentuk gangguan apabila dilakukan diluar kata “Biasa” misalnya memukul merupakan suatu perilaku yang biasa, tetapi bila setiap kali ungkapan tidak setuju dinyatakan dengan memukul maka perilaku ini bisa dikatakan sebagai perilaku yang agresif. Perilaku agresif juga dapat dikatakan juga sebagai suatu bentuk gangguan apabila masalah nya sudah bersifat menetap dan sulit untuk dihilangkan, dan perilaku yang tidak dapat diterima karena tidak sesuai dengan norma sosial dan budaya yang ada pada lingkungan masyarakat. Perilaku agresif juga bisa diakibatkan oleh pola asuh orang tua
            Pemaksaan dan kontrol yang sangat ketat dapat menyebabkan kegagalan dalam berinisiatif pada anak dan memiliki keterampilan komunikasi yang sangat rendah. Anak akan menjadi seorang yang sulit untuk bersosialisasi dengan temantemannya sehingga anak akan mempunyai rasa sepi dan ingin diperhatikan oleh orang lain dengan cara berperilaku agresif. Orang tua yang sering memberikan hukuman fisik pada anaknya dikarenakan kegagalan memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh orang tua akan membuat anak marah dan kesal kepada orang tuanya tetapi anak tidak berani mengungkapkan kemarahannya itu dan melampiaskan kepada orang lain dalam bentuk perialku agresif. Dengan pola asuh orang tua yang tidak terlalu mengekang, anak akan menjadi anak yang berinisiatif, percaya diri dan mampu menjalin hubungan interpersonal yang positif (Fortuna & Taganing, 2008).
faktor lain yang memengaruhi perilaku agresif (Salmiati, 2015) adalah
  • Pengalaman masa kecil,

·         
  • Perlakuan buruk orangtua (Broken home)
       
  • Dukungan dari orangtua dan teman sebaya,
  • Peran model kekerasan yang dilihat dari orangtua, teman sebaya, dan kebiasaan   nonton TV dan main game yang beradegan kekerasan,
  • Amarah yang tak terkontrol,
  • Frustasi karena selalu gagal dalam mencapai tujuan




Cara mengatasi perilaku agresif pada anak:
  • ·         Menasehati anak dengan tegas tetapi tanpa ada bentakan secara berlebihan
  • ·         Memotivasi anak untuk berbuat baik dan memberikan pujian saat melakukan kebaikan
  • ·         Memantau anak saat menonton TV dan berada dilingkungan permainannya
  • ·         Jika gejala-gejala gangguan sudah mulai tampak, maka segera berkonsultasi ke dokter


DAFTAR PUSTAKA

Fortuna, F., & Taganing, N. M. (2008). Hubungan Pola Asuh Otoriter dengan Perilaku Agresif Pada Remaja. Journal of Chemical Information and Modeling. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Muarifah, A. (2005). Hubungan kecemasan dan agresivitas. Humanitas : Indonesian Psychological Journal. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Salmiati. (2015). Perilaku Agresif Dan Penanganannya (Studi Kasus Pada Siswa Smp Negeri 8 Makassar). Jurnal Psikologi Pendidikan & Konseling.


19 komentar:

  1. Wah terimakasih, sangat menambah wawasan saya

    BalasHapus
  2. Sangat bagus menambah wawasan πŸ‘

    BalasHapus
  3. Sangat bagus menambah wawasan πŸ‘

    BalasHapus
  4. Blog ini sangat menarik. Disertai gambar yang berhubungan dengan judulnya, dan juga animasi di dalam blog ini. Pemaparannya juga bagus.

    BalasHapus
  5. Sangat bermanfaat, aku jadi tau cara mengatasinyaa, terima kasih Larissaaa

    BalasHapus
  6. blog nya cukup menarik dan edukatif, sangat membantu. TerimakasihπŸ™

    BalasHapus
  7. Bagus, ditunggu postingan selanjutnya ya...

    BalasHapus
  8. πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  9. Wahh semoga saya terhindar dari perilaku agresif nih

    BalasHapus

Biografi Jean Piaget

     Jean Piaget (1896-1980): la dilahirkan di Neuchatel, Swiss. la mendapat Ph.D pada tahun 1918 di Universitas Neuchatel, tidak d...